World Archery was Started Here

“History is written by the victors”

-Winston Churchill-

Panahan merupakan salah satu budaya tertua yang hingga saat ini masih dipraktikan. Sejarah panahan tidak hanya menceritakan tentang evolusi dari panahan, namun juga sejarah umat manusia. Fakta-fakta dari panahan kuno telah ditemukan di seluruh dunia.

Panahan diperkirakan sudah ada sejak Zaman Batu (sekitar 20.000 SM). Orang pertama yang menggunakan busur dan anak panah adalah orang Mesir. Mereka menggunakannya untuk berburu dan berperang pada 5000 tahun lalu. Di Cina, Panahan muncul di masa Dinasti Shang (1766-1027 SM). Pada waktu itu, panahan dipergunakan melekat pada sebuah kereta perang, setiap kereta perang membawa tim tiga orang: kusir kereta, prajurit bertombang dan pemanah. Selama dinasti berikutnya Zhou (Chou) (1027-256 SM) bangsawan di istana menghadiri turnamen olahraga panahan yang disertai dengan musik dan diselingi dengan salam elegan.

Bagaimana dengan sejarah panahan di Asia? Nah panahan di Asia berawal dari Bangsa Jepang. Bangsa Cina memperkenalkan panahan kepada bangsa Jepang pada abad ke-6. Salah satu seni bela diri Jepang adalah kyujutsu (seni busur) yang sekarang dikenal dengan kyudo (cara busur). Kyudo modern dipraktikan sebagai metode dari pengembangan fisik, moral, dan spriritual. Setelah melalui ritual pergerakan, pemanah bergerak menuju garis tembak dan memanah dari jarak 28m menuju papan target berdiameter 36cm. Busur yang digunakan adalah busur sepanjang 2,21m dan terbuat dari lapisan bambu dan kayu.

kyudoKyudo

 Di zaman Yunani-Romawi, busur lebih banyak digunakan untuk urusan pribadi atau berburu, bukan untuk perang. Sedangkan di Timur Tengah, pemanah disana terus mengembangkan peralatan dan teknik memanah selama berabad-abad. Dengan busur seperti orang Asyiria dan Persia, Attila the Hun dan Mongolnya menaklukkan sebagian besar Eropa dan Asia, serta pemanah Turki membuat Tentara Salib mundur kalang kabut. Busur yang digunakan oleh bangsa Asia khususnya Turki sangat efisien dan catatan tembakan dengan busur komposit Turki lebih dari 800 meter lesatannya, jauh melampaui kemampuan busur Inggris.

OLYMPIC GAMES

Panahan pertama kali muncul di Olympic Games tahun 1900 dan diajukan kembali pada 1904, 1908, dan 1920. Wanita yang berkompetisi di Olympic Games tahun 1904 menjadikan panahan sebagai olahraga pertama yang menyertakan wanita sebagai atlet. Dalam empat games tersebut, memungkinkan atlet untuk berkompetisi dalam banyak kategori dan memenangkan beberapa meadli. Hubert van Innis dari Belgia adalah pemanah paling menghiasi sejarah olympic karena memenangkan enam medali emas dan tiga medali silver pada 1900 dan 1920.

Panahan kembali diperkenalkan pada program Olympic tahun 1972 untuk kalangan wanita dan pria, dimana saat itu John Williams dan Doreen Wilber dari Amerika Serikat membawa pulang medali emas. Di Seoul tahun 1988, kompetisi secara tim mulai diperkenalkan dan tahun 1992 di Barcelona adalah pertama kalinya panahan mengadakan kompetisi eliminasi head-to-head.

WORLD CHAMPIONSHIP

Kejuaraan dunia panahan telah diadakan sejak tahun 1931. Kejuaraan diadakan dalam empat kategori yakni kategori individu untuk pria dan wanita, dan kategori tim untuk pria dan wanita dari tahun 1931 hingga 1993.Tahun 1995, Compound Bow Division ditambahkan untuk pria dan wanita, juga untuk tim pria dan wanita. Kejuaraan outdoor pertama diadakan tahun 1959, sedangkan kejuaraan indoor mulai diadakan tahun 1991.

world championshipPhoto Courtesy Emil Heilborn:

Competitors and Officials attending 1931 World Championships

ARCHERY FEDERATION

World Archery Federation dapat dikatakan sebagai ‘kepala’ dari federasi panahan internasional. Federasi tersebut awalnya didirikan dengan nama Fédération Internationale de Tir à l’Arc (FITA) pada 4 September 1931 di Lwow, Polandia, oleh 7 negara, yakni Perancis, Republik Ceko, Swedia, Polandia, Amerika Serikat, Hungaria, dan Italia. World Archery Federation mengenalkan panahan kepada dunia melalui 150 anggota asosiasi. Federasi ini bertujuan untuk menginterpretasikan World Archery Rules dan mengatur kejuaraan dunia dan kejuaraan internasional lain.

CongressPhoto Courtesy Emil Heilborn:

Congress Luncheon at 1931 World Championships Lwow, Poland

Source:

http://www.worldarchery.org

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *